Feeds:
Pos
Komentar

Taman Pintar berlokasi di jalan P. Senopati, Yogyakarta. Taman Pintar ini ditujukan bagi anak-anak Yogya ataupun anak-anak Indonesia agar tumbuh ketertarikan untuk belajar dan kreatif dalam bidang sains dan teknologi. Karena tujuan itulah maka taman ini memilih “Burung Hantu memakai blangkon” menjadi maskotnya. Burung hantu dimaknai sebagai burung species malam yang mempunyai kepekaan yang tinggi, mampu mempelajari alam sekitar serta mampu merasakan kejadian alam yang ada disekitarnya, dan blangkon merupakan khas salah satu identitas Yogyakarta. Lanjut Baca »

Kolik bayi adalah istilah yang dipakai untuk keadaan dimana bayi terus menerus menangis secara berlebihan. Biasanya disebut “Kolik tiga bulan” karena biasanya terjadi pada umur tiga bulan pertama. Kolik sebetulnya berati sakit perut yang dating secara bergelombang (spasmodik). Tetapi karena nayi belum bisa mengeluh maka tidak bisa dipastikan sebab bayi menangis. Jika bila tidak bisa menemukan sebab yang jelas seperti rasa lapar, popok bayi basah atau demam, maka bayi yang menangis secara berlebihan dianggap sebagai kolik bayi. Lanjut Baca »

Jangan salah, bayi pun bisa menunjukkan emosinya. Entah yang baik maupun tidak. Asalkan ditangani dengan baik, reaksi emosi yang jelek tak bakalan menetap hingga besar.

Sering, kan, melihat bayi menangis kala ia lapar. Sebelum diberikan susu, ia tak akan berhenti menangis, bahkan tambah keras. Tapi bila kebutuhannya segera dipenuhi, akan berhenti tangisnya.

Nah, menangis pada bayi, selain sebagai salah satu bentuk komunikasi prabicara untuk memberitahukan kebutuhan/keinginannya, juga untuk menunjukkan reaksi emosinya terhadap suatu keadaan yang tak menyenangkan. Reaksi emosi bayi yang demikian, menurut Dra. Dewi Mariana Thaib, sebetulnya masih wajar, karena si bayi bereaksi terhadap suatu keadaan yang tak menyenangkan, yaitu lapar. “Hanya saja, kalau reaksinya berlebihan, semisal menangis terus, meski sudah diberikan susu, berarti ada sesuatu pada dirinya. Apakah dia sakit atau ada suatu kelainan pada sarafnya,” terang psikolog dari RS Bunda, Jakarta ini. Lanjut Baca »


Batita Anda antiberbagi? Jangan berkecil hati dan cemas bahwa kelak si kecil akan menjadi pribadi yang pelit atau serakah. Bagi batita, semua yang ada di dunia ini adalah ‘milik saya’. Tak ada milik kita atau milik kamu. Egosentris di usia batita adalah hal yang wajar. Mengapa? Hal ini karena batita baru saja mengerti mengenai konsep kepemilikkan. Setelah si kecil memahami konsep tersebut maka akan lebih mudah perkenalkan si kecil pada konsep berbagiBersabarlah, seiring dengan bertambahnya usia dan bimbingan Anda, maka dengan mudah si kecil akan memahami konsep berbagi.

 

 

Mengapa pelit?

Para ahli berpendapat bahwa sikap ‘pelit’ batita ini berkaitan dengan salah satu dari ungkapan kebutuhan anak untuk menegakkan otonomi, identitas serta memperjuangkan haknya. Kondisi ini sangatlah normal. Orangtua lebih baik memberi kesempatan batita untuk menikmati dan menghargai kepemilikannya agar kelak ia tak mengalami kesulitan untuk berbagi. Lanjut Baca »

* Usia 12-15 bulan: Kalimat Belum Jelas

Saat berusia 12-15 bulan anak akan menambah kosakatanya sebanyak 4-6 kata. Dia mulai mengucapkan beberapa kata meski terdengar aneh karena ia memang tengah mencoba belajar mengeluarkan suara. Tak heran kalau kita tidak dapat memahami apa yang disebut immature jargoning ini.

* Usia 16-17 bulan: Mengucap dengan Benar

Seharusnya di usia ini anak sudah dapat menguasai 7-20 kata termasuk kata baru yang didapatnya. Bila sebelumnya kata-kata yang dikeluarkannya tidak jelas, kini mulai terdengar bermakna. Meski kadang ada beberapa kata yang masih sulit kita pahami. Lanjut Baca »

Jangan sepelekan kebutuhan tidur anak. Karena, saat tidur pertumbuhan otak balita (bayi di bawah lima tahun) mencapai puncaknya. Otak juga mengonsolidasi segala memori dan pengetahuan baru. Tak hanya itu, otot, kulit, sistem jatung dan pembuluh darah, metabolisme tubuh, dan tulang mengalami pertumbuhan pesat saat tidur. Hal itu disebabkan tubuh balita memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak dibandingkan ketika dia terbangun. Lanjut Baca »

Ingat merkuri tentu ingat penyakit minamata. Seperti peristiwa yang terjadi pada kasus pencemaran Teluk Tokyo yang ditengarai sarat senyawa kimia merkuri. Pencemaran merkuri di kawasan itu berdampak mengerikan berupa munculnya penyakit minamata. Di Indonesia pun ada kasus serupa walau diwarnai perdebatan. Teluk Buyat di Provinsi Sulawesi Utara ditengarai tercemar logam berat berupa merkuri. Kalangan LSM yang menyimpulkan hal tersebut. Tetapi Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bantahan. Lanjut Baca »